Pelaksanaan pelatihan calon Fasda jenjang MA di hotel Radisson Medan (Sumber : Humas MAN Tapsel).

Sipirok (Humas, 11/10/2021)

Sebanyak 2 orang guru MAN Tapanuli Selatan mengikuti Diklat Calon Fasilitator Daerah (Fasda) jenjang Madrasah Aliyah . Kedua guru tersebut adalah Suparno, S.Pd, M.Sc (guru mata pelajaran Matematika) dan Hanifah Wita Utami, S.T.(guru mata pelajaran Kimia). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Radisson Medan tanggal 7 sd 11 Oktober 2021.

Diklat yang diikuti tidak hanya calon fasilitator daerah dari Sumatera Utara saja tapi juga dari Riau dan Riau Kepulauan dibuka langsung oleh Dirjen Pendidkan Islam Kementerian Agama, Dr. H. Muhammad Ali Ramdani, S.Tp.,M.T. Dalam acara pembukaan yang dilaksanakan secara virtual diikuti serentak oleh calon fasilitator daerah dari seluruh wilayah Indonesia. Dalam sambutannya, Dirjen Pendis berpesan agar para peserta bersungguh-sungguh dalam kegiatan ini, karena nantinya Fasda akan menjadi ujung tombak yang menggerakkan guru-guru yang tergabung dalam MGMP atau KKG dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran di Madrasah.

Hanifah Wita Utami mengatakan bahwa sistem pelatihan ini dilaksanakan dengan model pelatihan berantai. Dimulai dari perekrutan Intruktur Nasional (IN), Fasilitator Provinsi (Fasprov), dan Fasilitator Daerah (Fasda). Para IN mendapatkan pelatihan dari pemilik program yaitu kementerian agama dan konsultan pendidikan. Selanjutnya IN membimbing para Fasprov, Fasprov membimbing para Fasda, dan akhirnya Fasda membimbing dan mendampingi guru-guru yang tergabung dalam MGMP atau KKG yang ada di wilayahnya. Materi yang disampaikan fasprov terdiri dari materi umum yang sama untuk semua bidang studi. Materi umum tersebut adalah : Toleransi dalam Keberagaman, Pembelajaran Aktif, Computational Thinking, Gender Disabilitas dan Inklusi Sosial, Sistem ME dan Penjaminan Mutu, dan Teknik Fasilitasi. “Sedangkan materi bidang studi meliputi Mempraktekkan Kegiatan Modul (terdapat 14 modul), Praktek Mengajar, dan Bedah modul”, ujar ibu guru yang sehari-harinya dipanggil Ibu Wita ini.

Hanifah Wita Utami, S.T. (kiri) bersama para peserta pelatihan calon Fasda lainnya. (Sumber : Humas MAN Tapsel)

Suparno, yang juga merupakan Wakil Kepala Madrasah bidang Akademik menambahkan bahwa follow up dari kegiatan ini nantinya para fasda yang sudah lulus harus berkolaborasi dengan kementerian agama yang ada di daerahnya untuk merancang kegiatan MGMP/KKG dengan prinsip In-On-In. In adalah pembimbingan dalam forum MGMP/KKG, sedangkan On adalah pendampingan pembelajaran di kelas.” Dengan prinsip In-On-In diharapkan guru-guru madrasah diharapkan dapat memaksimal kemampuan dirinya sehingga pada akhirnya dapat menghantarkan semua peserta didiknya dalam mencapai cita-citanya”, tegas Suparno.

Kegiatan Diklat Fasda ini ditutup secara langsung oleh oleh Kepala Sub Direktorat Bina GTK MTs/MI Kementerian Agama, Syahrul Sobirin Siregar, S.H, M.Ag. Beliau berpesan agar para Fasda nantinya mengamalkan ilmu yang diperoleh selama diklat ini dengan mentransfernya kepada rekan-rekan guru yang ada di daerah. (ali)

.

Bagikan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *