
Tapanuli Selatan, (Humas) 11 Juni 2025 — Sebuah momen penting dan bersejarah bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Selatan terjadi pada Rabu pagi, 11 Juni 2025. Sebanyak delapan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama formasi tahun 2024 secara resmi melapor dan mulai bergabung dengan satuan kerja MAN Tapanuli Selatan untuk melaksanakan tugas pengabdian di lingkungan pendidikan Islam.

Kegiatan penyambutan dilaksanakan di madrasah induk yang terletak di Kelurahan Bunga Bondar, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Para CPNS disambut langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Juhan Siregar, didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Akademik dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, serta sejumlah guru dan staf senior MAN Tapanuli Selatan.
Kedelapan CPNS Kementerian Agama ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, membawa latar belakang pendidikan yang beragam—mulai dari Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, Matematika, hingga Ilmu Sosial dan Sains. Mereka adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah melewati tahapan seleksi nasional CPNS Kementerian Agama tahun 2024, dan kini siap memberikan pengabdian nyata di dunia pendidikan madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bergabungnya para CPNS baru tersebut. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka diharapkan membawa semangat baru, inovasi, serta kontribusi positif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola madrasah.
“Saya mengucapkan selamat datang kepada rekan-rekan CPNS Kementerian Agama formasi 2024. Ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam pengabdian sebagai aparatur sipil negara di bawah Kementerian Agama. Harapan kami, semoga kehadiran saudara-saudari membawa warna baru, semangat muda, dan tentunya produktivitas tinggi untuk mendorong kemajuan madrasah,” ungkap Juhan Siregar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarguru, keterbukaan terhadap perubahan, serta adaptasi terhadap tantangan zaman. Kepala Madrasah meyakini bahwa dengan sinergi yang baik antara pegawai senior dan CPNS baru, MAN Tapanuli Selatan akan semakin solid dalam melaksanakan peran strategisnya sebagai lembaga pendidikan Islam menengah yang unggul dan kompetitif.
Lebih lanjut, Juhan Siregar memperkenalkan kondisi geografis satuan kerja MAN Tapanuli Selatan yang tidak hanya mencakup lokasi induk di Kelurahan Bunga Bondar, Kecamatan Sipirok, tetapi juga memiliki unit-unit pelayanan pendidikan di daerah terpencil. Beberapa di antaranya terletak di Desa Kilang Papan (Kecamatan Situmba), Desa Sipagimbar (Kecamatan Saipar Dolok Hole), dan Desa Sipange (Kecamatan Sayur Matinggi).
“Kita memiliki cakupan wilayah kerja yang cukup menantang secara geografis. Maka, kita membutuhkan SDM yang memiliki semangat pengabdian, ketangguhan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Para CPNS Kementerian Agama ini, yang rata-rata masih muda, kami harapkan mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi di semua lokasi, baik di pusat maupun di unit madrasah terpencil,” tambahnya.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan lingkungan kerja, penyampaian struktur organisasi, pemaparan program kerja madrasah, serta diskusi singkat tentang peran strategis guru dan pegawai dalam mewujudkan madrasah yang berkarakter, unggul, dan modern.
Salah satu CPNS yang hadir, dalam sesi perkenalan, mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya untuk mengabdi di MAN Tapanuli Selatan, meskipun harus beradaptasi dengan medan geografis dan budaya lokal yang baru.
Dengan bertambahnya delapan CPNS Kementerian Agama ini, MAN Tapanuli Selatan optimis akan mengalami peningkatan baik dalam kualitas tenaga pendidik maupun pelayanan pendidikan. Kehadiran mereka diharapkan menjadi awal dari transformasi dan inovasi berkelanjutan dalam sistem pembelajaran, pengembangan karakter siswa, serta penguatan citra madrasah di tengah masyarakat.(Hen)


