
Tapanuli Selatan (Humas), 9 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, MAN Tapanuli Selatan lokasi Sipagimbar melaksanakan pemotongan hewan kurban. Meski berada di wilayah yang cukup jauh dari lokasi induk, semangat berbagi dan kebersamaan tetap terasa hangat di tengah-tengah warga dan keluarga besar madrasah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin dan
dihadiri oleh para guru ASN, staf madrasah, tokoh agama, dan masyarakat
sekitar. Kepala Madrasah, Juhan Siregar, menyampaikan bahwa pemilihan
hari Senin sudah dipertimbangkan sebelumnya. “Hari Jumat dan Sabtu
masyarakat fokus di kampung, dan hari Minggu jadwal kurban di lokasi
induk. Maka Senin kami laksanakan di sini agar tetap bisa maksimal,”
jelas beliau.
Suasana pelaksanaan berlangsung sederhana namun penuh makna. Hewan kurban disembelih bersama, lalu dagingnya dibagikan kepada warga sekitar. Proses ini dilakukan dengan gotong royong, menunjukkan kedekatan antara madrasah dan masyarakat.
Muammar Pasaribu, penanggung jawab lokasi, menyampaikan harapan dari kegiatan ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun kami jauh dari pusat kegiatan, semangat untuk beribadah dan berbagi tetap ada. Semoga kegiatan ini memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat hubungan kita semua,” tuturnya.
Beberapa siswa juga dilibatkan untuk membantu, sebagai bentuk pembelajaran langsung tentang kepedulian dan nilai-nilai sosial dalam ajaran Islam. Warga menyambut baik kegiatan ini, merasa diperhatikan dan dilibatkan. Momen ini bukan hanya tentang pembagian daging, tapi juga mempererat silaturahmi antara madrasah dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, MAN Tapanuli Selatan lokasi Sipagimbar membuktikan bahwa semangat Idul Adha bisa hadir dan bermakna di mana pun berada — termasuk di tempat yang jauh sekalipun. Nilai berbagi, ikhlas, dan persaudaraan tetap menjadi jiwa dari pendidikan di madrasah. (Hen)
Suasana pelaksanaan berlangsung sederhana namun penuh makna. Hewan kurban disembelih bersama, lalu dagingnya dibagikan kepada warga sekitar. Proses ini dilakukan dengan gotong royong, menunjukkan kedekatan antara madrasah dan masyarakat.
Muammar Pasaribu, penanggung jawab lokasi, menyampaikan harapan dari kegiatan ini. “Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun kami jauh dari pusat kegiatan, semangat untuk beribadah dan berbagi tetap ada. Semoga kegiatan ini memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat hubungan kita semua,” tuturnya.
Beberapa siswa juga dilibatkan untuk membantu, sebagai bentuk pembelajaran langsung tentang kepedulian dan nilai-nilai sosial dalam ajaran Islam. Warga menyambut baik kegiatan ini, merasa diperhatikan dan dilibatkan. Momen ini bukan hanya tentang pembagian daging, tapi juga mempererat silaturahmi antara madrasah dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, MAN Tapanuli Selatan lokasi Sipagimbar membuktikan bahwa semangat Idul Adha bisa hadir dan bermakna di mana pun berada — termasuk di tempat yang jauh sekalipun. Nilai berbagi, ikhlas, dan persaudaraan tetap menjadi jiwa dari pendidikan di madrasah. (Hen)


