MAN Tapanuli Selatan Lanjutkan Agenda dengan Pembinaan Guru PPPK Retribusi

Tapanuli Selatan, (Humas) 7 November 2025 — Seusai menggelar rapat evaluasi bulanan, MAN Tapanuli Selatan melanjutkan kegiatan dengan pembinaan bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) retribusi yang telah dinotakan ke madrasah tersebut. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen dan arah kerja para guru PPPK yang baru bergabung dalam keluarga besar MAN Tapanuli Selatan.

Kegiatan pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh jajaran pimpinan madrasah serta para wakil kepala bidang. Dalam pembukaannya, Kepala Madrasah menyampaikan ucapan selamat datang kepada para guru PPPK yang telah melapor secara resmi. “Atas nama keluarga besar MAN Tapanuli Selatan, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh guru PPPK, baik yang baru pertama kali bergabung maupun yang kembali bertugas di madrasah ini. Selamat bergabung di rumah kita bersama. Kita adalah satu keluarga besar yang memiliki tujuan sama: mendidik dengan hati dan mengabdi dengan sepenuh jiwa,” ujar Juhan Siregar dalam sambutannya.

Beliau menegaskan bahwa hingga saat ini, terdapat 18 guru PPPK yang telah melapor dan resmi bertugas di MAN Tapanuli Selatan. Kehadiran mereka diharapkan membawa energi baru serta semangat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah. “Kami menyambut bapak dan ibu dengan penuh rasa syukur. Semoga kehadiran guru-guru PPPK ini menambah kekuatan dan memperkaya pengalaman belajar bagi siswa-siswi kita. Mari kita sama-sama belajar, beradaptasi, dan tumbuh bersama untuk kemajuan madrasah ini,” lanjutnya.

Dalam arahannya, Juhan juga menyinggung persoalan teknis mengenai pembagian jam mengajar, yang masih dalam proses penyesuaian oleh pihak madrasah. “Kami bersama WKM Akademik masih meninjau pembagian jam pelajaran karena ada beberapa mata pelajaran yang diampu lebih dari satu guru. Ini menjadi tantangan tersendiri, tetapi kami akan berupaya semaksimal mungkin agar pembagian jam berjalan adil dan sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya. “Kami mohon pengertian dan kesabaran bapak ibu semua. Ini bagian dari proses penataan yang insyaallah akan segera rampung,” tambah beliau.

Selain itu, Kepala Madrasah juga menekankan pentingnya kesiapan para guru PPPK dalam melaksanakan tugas di empat lokasi kegiatan belajar yang menjadi bagian dari MAN Tapanuli Selatan.

“Madrasah kita memiliki empat lokasi pembelajaran, yaitu di Bunga Bondar, Situmba, Sipange, dan Spagimbar. Semua itu adalah MAN Tapanuli Selatan. Jadi, di mana pun bapak dan ibu ditempatkan, itulah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Mari kita jalani dengan ikhlas dan penuh dedikasi,” tutur Juhan dengan tegas. Lebih jauh, beliau juga mengingatkan bahwa guru PPPK tidak hanya diharapkan hadir sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang membawa dampak nyata bagi lingkungan madrasah.

“Kehadiran bapak ibu tidak sekadar untuk mengajar, tapi untuk berkontribusi. Kami ingin setiap guru bisa memberikan ide, gagasan, dan aksi nyata yang membawa perubahan positif. Jadilah guru yang menginspirasi dan menggerakkan, bukan hanya yang hadir secara fisik,” ungkapnya. “Kita ingin madrasah ini maju karena kontribusi semua pihak. Maka, ayo kita asah potensi, tingkatkan profesionalisme, dan ciptakan karya nyata yang bisa dirasakan manfaatnya,” lanjut beliau penuh semangat.

Suasana pembinaan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para guru PPPK tampak antusias mendengarkan arahan sekaligus berdiskusi ringan terkait pembagian tugas, adaptasi lingkungan kerja, serta strategi pembelajaran di madrasah. Beberapa guru juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk bisa kembali atau bertugas di MAN Tapanuli Selatan.

Dalam sesi penutup, Kepala Madrasah kembali mengingatkan pentingnya bekerja dengan semangat kebersamaan dan niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didik. “Madrasah ini bukan hanya tempat bekerja, tapi ladang amal. Apa yang kita tanam dengan keikhlasan akan berbuah kebaikan, bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk diri kita sendiri. Mari kita mulai langkah baru ini dengan tekad kuat dan semangat pengabdian,” tutup Juhan Siregar.

Melalui pembinaan ini, seluruh guru PPPK diharapkan mampu memahami arah kebijakan madrasah, beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta memberikan kontribusi besar dalam setiap kegiatan pendidikan. Dengan semangat kolaborasi, MAN Tapanuli Selatan terus berkomitmen untuk melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi. (hen)

Similar Posts