Tapanuli Selatan (Humas) – Sabtu, 13 Juni 2026, Dalam upaya memperkuat implementasi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, nilai-nilai kemanusiaan, dan penguatan moderasi beragama, MAN Tapanuli Selatan menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta yang berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Kurikulum dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sebagai narasumber dan pendamping dalam penguatan implementasi kurikulum di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MAN Tapanuli Selatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep, strategi, serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari. Kurikulum Berbasis Cinta merupakan salah satu pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya menghadirkan nilai kasih sayang, penghargaan terhadap sesama, toleransi, empati, serta pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan.
Kepala MAN Tapanuli Selatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki kepribadian luhur, menghargai keberagaman, dan mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat. Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan tujuan tersebut karena menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian integral dalam proses pendidikan.
“Madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial. Melalui Bimtek ini, kami berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal dalam setiap aktivitas pembelajaran sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Kurikulum Kanwil Kemenag Sumatera Utara menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis dalam membangun budaya pendidikan yang humanis dan inklusif. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa guru memiliki peran sentral sebagai teladan yang mampu menghadirkan nilai cinta dalam bentuk kepedulian, penghargaan terhadap potensi peserta didik, serta kemampuan membangun komunikasi yang positif di lingkungan sekolah.
Pada sesi materi, peserta mendapatkan berbagai pemahaman mengenai filosofi Kurikulum Berbasis Cinta, integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, strategi penguatan moderasi beragama, serta metode menciptakan suasana kelas yang kondusif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, para guru juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran serta solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan madrasah.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini terlihat dari aktifnya guru-guru dalam menyampaikan gagasan, pengalaman, serta komitmen mereka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam kegiatan belajar mengajar.
Melalui penyelenggaraan Bimtek ini, MAN Tapanuli Selatan berharap dapat meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kehadiran Tim Kurikulum Kanwil Kemenag Sumatera Utara juga menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi seluruh civitas madrasah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil Bimtek dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, MAN Tapanuli Selatan optimistis dapat terus melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.



