
Tapanuli Selatan, (Humas) – Jumat, 20 Juni 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi seluruh keluarga besar MAN Tapanuli Selatan. Pada hari tersebut, madrasah ini mendapat kunjungan langsung dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Erwin Pinayungan Dasopang, M.Si. dalam rangka silaturahmi dan pembinaan kepada para guru serta tenaga kependidikan.

Kehadiran beliau disambut secara langsung oleh Kepala MAN Tapanuli Selatan, Bapak Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Ibu Lismaida, S.Pd.I., serta seluruh jajaran guru, staf kependidikan, dan para siswa-siswi yang telah menunggu dengan antusias. Penyambutan dilaksanakan dengan penuh kekeluargaan dan kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat antara seluruh komponen madrasah.
Dalam sambutan awalnya, Dr. Erwin mengungkapkan rasa bahagia dan terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya. Dengan gaya khas yang bersahaja dan penuh keakraban, beliau sempat menyapa para guru dan siswa dengan candaan ringan yang mencairkan suasana. “Saya anggap ini rumah saya sendiri. Jadi tak perlu saya kabari kalau datang ke sini,” ucap beliau, disambut tawa dan senyum dari para hadirin.
Setelah suasana hangat terbangun, beliau mulai menyampaikan materi pembinaan yang sangat memotivasi. Dr. Erwin mengajak para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri dan tidak sekadar mengajar sebagai rutinitas, tetapi menjadi pendidik yang mampu memberi inspirasi dan keteladanan. “Profesi kita ini adalah profesi yang melahirkan profesi-profesi lainnya. Dari tangan seorang guru, lahir dokter, insinyur, politisi, ekonom, bahkan ulama. Maka, mari kita jaga integritas dan semangat kita. Jadilah guru yang menginspirasi bukan hanya di kelas, tetapi juga dalam sikap hidup sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital dan Kurikulum Merdeka yang menuntut pendekatan pembelajaran berbasis proyek, karakter, dan kolaborasi. “Guru hari ini harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat. Jangan hanya mengandalkan pengalaman lama, tapi terus belajar hal-hal baru. Perbanyak skill dan jangan takut berubah,” tuturnya.
Selain memberikan pembinaan, Dr. Erwin juga menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif Bapak Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., yang tidak hanya bertindak sebagai Kepala MAN Tapanuli Selatan, tetapi juga sebagai Ketua KKM Madrasah Aliyah Sub Rayon MAN Tapanuli Selatan. Pada hari yang sama, beliau memfasilitasi sosialisasi pencetakan blangko E-Ijazah kepada seluruh Kepala Madrasah dan operator madrasah se-KKM Sub Rayon.
“Saya benar-benar terkejut dan kagum. Tadi saya lihat ada spanduk kegiatan sosialisasi E-Ijazah. Awalnya saya pikir itu acara lain, ternyata dilaksanakan hari ini juga, berbarengan dengan kunjungan saya. Luar biasa inisiatif ini. Ini menunjukkan semangat proaktif dalam mengantisipasi kesalahan teknis, mengingat E-Ijazah ini adalah hal baru bagi kita semua,” ungkap Dr. Erwin dengan penuh semangat.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis yang menyeluruh dan menyamakan persepsi seluruh madrasah dalam proses pengisian dan pencetakan E-Ijazah. Hal ini dianggap penting mengingat kesalahan dalam pencetakan ijazah dapat berdampak langsung terhadap peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah bagian dari langkah preventif demi menjaga mutu administrasi pendidikan. “Kami ingin semua madrasah di bawah KKM ini memiliki pemahaman yang seragam. Jangan sampai terjadi kesalahan penulisan yang dapat merugikan siswa. Kita tidak boleh anggap enteng hal-hal administratif,” ujar beliau dalam sambutannya.
Tak hanya menjadi ajang pembinaan, kegiatan ini juga menghadirkan ruang diskusi aktif melalui sesi tanya jawab antara guru-guru dengan Kabid Penmad. Para guru antusias mengajukan pertanyaan seputar pelaksanaan Kurikulum Merdeka, penilaian proyek profil pelajar Pancasila, sistem penjaminan mutu pendidikan, serta penguatan manajemen madrasah. Dr. Erwin menjawab seluruh pertanyaan dengan jelas dan membuka ruang refleksi bersama untuk kemajuan madrasah.
Kegiatan ditutup dengan penuh semangat dan harapan. Dr. Erwin berharap agar MAN Tapanuli Selatan terus menjadi pionir dan inspirasi bagi madrasah-madrasah lainnya, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam tata kelola, inovasi, dan pembentukan karakter siswa.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan simbol penguatan. Seluruh peserta kegiatan pulang dengan semangat baru dan harapan besar untuk terus memajukan pendidikan madrasah yang berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.(Hen)

