
Tapanuli Selatan, (Humas) – 20 Juni 2025 — Dalam rangka menyambut masa akhir tahun pelajaran 2024/2025 dan memastikan proses administrasi berjalan dengan tertib, MAN Tapanuli Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Pencetakan Blangko E-Ijazah bagi seluruh madrasah di lingkungan KKM (Kelompok Kerja Madrasah) Sub Rayon MAN Tapanuli Selatan. Kegiatan ini menghadirkan narasumber langsung dari Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Utara, yang berlangsung di aula utama MAN Tapanuli Selatan pada Jumat, 20 Juni 2025.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kepala MAN Tapanuli Selatan, Bapak Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua KKM Madrasah Aliyah Sub Rayon MAN Tapanuli Selatan. Beliau mengundang seluruh Kepala Madrasah dan Operator Madrasah dari sub rayon untuk mengikuti sosialisasi penting ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan dan antisipasi terhadap implementasi sistem baru dalam pencetakan ijazah yang kini telah beralih ke sistem E-Ijazah secara nasional.
Dalam sambutannya, Bapak Juhan Siregar menekankan pentingnya kehati-hatian dan ketelitian dalam pengisian serta pencetakan ijazah, mengingat dokumen ini bersifat resmi dan akan digunakan oleh peserta didik sebagai dokumen legal seumur hidup. “Kita perlu benar-benar memahami teknis pencetakan E-Ijazah ini. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi tanggung jawab kita bersama dalam menjamin keabsahan data pendidikan peserta didik. Kita harus berhati-hati karena ini aturan baru yang membutuhkan pemahaman menyeluruh,” ujar beliau di hadapan peserta.
Lebih lanjut, Bapak Juhan mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen madrasah dalam menjaga integritas dan kredibilitas dokumen pendidikan. Ia berharap seluruh madrasah di bawah naungan KKM Sub Rayon MAN Tapanuli Selatan dapat memahami teknis serta alur proses E-Ijazah sehingga tidak terjadi kesalahan yang bisa merugikan siswa di kemudian hari.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber utama dari Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, yakni:
1. Bapak H. Syawaluddin Matondang, SE., MM. – Ketua Tim Seksi Kurikulum
2. Bapak Ade Rahmat, S.Pd. – Staf Tim Kurikulum Bidang Analisis dan Pengembangan Kompetensi
Dalam sambutan dan arahannya, Bapak H. Syawaluddin Matondang menyampaikan bahwa pencetakan E-Ijazah adalah kebijakan nasional terbaru yang ditujukan untuk menstandarkan sistem administrasi pendidikan secara nasional. “Kita semua berada dalam masa transisi dari sistem manual ke digital. Maka dari itu, kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk penguatan pemahaman teknis di lapangan. E-Ijazah bukan hanya mengubah format, tetapi juga menuntut akurasi data, validasi sistem, serta peran aktif operator dan kepala madrasah dalam memastikan tidak ada kekeliruan,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kepala madrasah dan operator dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari pengumpulan data siswa, sinkronisasi EMIS, validasi nilai, hingga pencetakan akhir. “Jangan sampai kepala madrasah menyerahkan semua kepada operator. Pemahaman dan tanggung jawab tetap harus dibagi secara proporsional,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Bapak Ade Rahmat, S.Pd., dalam pemaparannya, membahas secara teknis alur dan sistematika pengisian serta pencetakan E-Ijazah. Ia juga memberikan simulasi serta contoh pengisian yang benar, sekaligus menjelaskan potensi kesalahan yang sering terjadi berdasarkan hasil monitoring tahun sebelumnya. “Kita tidak hanya sosialisasi di atas kertas, tetapi juga langsung praktik. Semua peserta kita bimbing agar tidak hanya tahu, tapi juga bisa,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat interaktif. Para kepala madrasah dan operator sangat antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari format file, kendala teknis aplikasi, validasi sistem EMIS, hingga solusi jika terjadi ketidaksesuaian data. Narasumber menjawab seluruh pertanyaan dengan lugas dan solutif, sehingga peserta merasa terbantu dan lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas ini di madrasah masing-masing.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari peserta karena dilaksanakan secara tepat waktu menjelang masa pencetakan ijazah. Banyak yang menilai bahwa langkah MAN Tapanuli Selatan sebagai tuan rumah sekaligus penggagas acara sangat tepat dan bermanfaat. Beberapa peserta menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun, khususnya saat ada perubahan kebijakan atau sistem pendidikan nasional.
Acara ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi foto seluruh peserta sebagai penanda komitmen bersama dalam menyukseskan implementasi E-Ijazah secara seragam dan berkualitas.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh madrasah di bawah KKM/Sub Rayon MAN Tapanuli Selatan siap melaksanakan proses pencetakan ijazah secara digital dengan baik, akurat, dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.(Hen)



