
Tapanuli Selatan, (Humas) 16 Juli 2025 — Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di MAN Tapanuli Selatan resmi ditutup hari ini dengan nuansa yang berbeda dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung sejak 14 Juli itu ditutup dengan kehadiran dua tamu istimewa dari aparat keamanan, yaitu BABINSA dan BHABINKAMTIBMAS Desa Kilang Papan. Kehadiran mereka memberikan kesan yang dalam dan menambah nilai karakter bagi para peserta didik baru.
Di tengah aktivitas MATSAMA yang berlangsung di halaman madrasah, para siswa baru dikejutkan oleh kehadiran dua sosok berseragam loreng dan cokelat. Tanpa banyak pengantar, peserta diarahkan untuk segera menuju lapangan. Mereka diminta untuk berbaris dan membentuk formasi dengan rapi. Suasana mendadak berubah dari yang semula santai menjadi penuh kewaspadaan dan semangat.

Teriakan komando terdengar lantang. Para siswa tampak bergegas, berlari kecil menuju titik formasi yang ditentukan. Mereka langsung diarahkan untuk berbaris secara disiplin, sambil diawasi oleh kedua pemateri. Namun, alih-alih disambut dengan ketegangan, suasana malah menjadi penuh makna ketika Babinsa yang bertugas mengatakan dengan nada tenang namun tegas “Kami datang bukan untuk menghukum kalian. Harimau tidak akan memakan anaknya. Kami hadir di sini atas permintaan kepala madrasah untuk memberikan pembekalan. Kami ingin kalian semua tumbuh menjadi generasi kuat, sehat, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya membuka materi.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas bukan sekadar formalitas. Keduanya membawakan materi yang sangat penting dan relevan dengan kondisi remaja masa kini, yaitu:
1. Bahaya penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lainnya.
2. Pentingnya tertib berlalu lintas, menggunakan helm, membawa surat-surat, dan tidak ugal-ugalan di jalan.
3. Menjauhi budaya kekerasan dan tawuran, baik di dalam maupun luar lingkungan sekolah.
4. Penanaman kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di madrasah.
5. Pelatihan dasar baris-berbaris sebagai latihan kebersamaan, kekompakan, dan kepemimpinan.
Kegiatan baris-berbaris dilaksanakan di bawah teriknya sinar matahari pagi yang menyengat. Namun, para siswa tetap berdiri tegap, mengikuti setiap arahan dengan penuh semangat dan antusiasme. Wajah-wajah muda itu terlihat begitu serius namun juga terpancar rasa bangga dan tanggung jawab baru. Sebuah pemandangan yang menyiratkan harapan besar: bahwa dari lapangan sederhana ini, akan lahir generasi madrasah yang kuat, tangguh, dan berkarakter.
Salah satu peserta MATSAMA bahkan sempat ditanya oleh pemateri, “Apakah kalian kuat berdiri di bawah matahari?” dengan semangat, siswa itu menjawab, “Siap, kami siap!” Jawaban itu langsung disambut tepuk tangan dari rekan-rekannya dan pujian dari pemateri.
“Kalian seperti tiang bendera. Tegak di bawah panas matahari, tapi tetap menjadi penyangga berkibarnya semangat Indonesia,” kata Bhabinkamtibmas memberi semangat.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lismaida, S.Pd.I, yang turut hadir dan memantau kegiatan menuturkan bahwa kehadiran dua aparatur negara tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan mental awal peserta didik.
“Kenakalan remaja di masyarakat semakin kompleks. Madrasah sebagai lembaga pendidikan keagamaan harus mengambil langkah antisipatif. Hari ini kita tanamkan nilai kedisiplinan, ketertiban, dan anti kekerasan sejak dini. Ini akan menjadi pondasi kuat mereka dalam belajar dan berinteraksi ke depan,” ujarnya dengan penuh harap.
Lismaida juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan di lingkungan madrasah. Tak hanya selama MATSAMA, tetapi juga dalam bentuk program pembinaan karakter di sepanjang tahun pelajaran.
Penutupan MATSAMA tahun ini bukan sekadar seremoni akhir dari rangkaian kegiatan pengenalan, melainkan simbol dimulainya perjalanan baru para siswa di dunia madrasah. Mereka tak hanya dikenalkan pada visi, misi, tata tertib, dan budaya madrasah, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta wawasan sosial dan keamanan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, maka para peserta didik baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar MAN Tapanuli Selatan. Semangat, komitmen, dan kedisiplinan yang tertanam di awal ini diharapkan akan terus tumbuh dan membentuk pribadi mereka menjadi generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi untuk negeri. (Hen)

