
Tapanuli Selatan, (Humas) 2 Agustus 2025 — Dalam suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat menyambut bulan kemerdekaan, MAN Tapanuli Selatan kembali menggelar apel pagi rutin pada Sabtu (2/8). Namun, apel kali ini terasa istimewa dan berbeda dari biasanya. Setelah senam sehat yang menjadi kegiatan pembuka setiap Sabtu, para siswa dan guru disuguhkan penampilan tarian nusantara yang memukau dari kelas XII-5.

Tarian yang ditampilkan merupakan kolaborasi gerak dari berbagai daerah
di Indonesia, seperti Tari Piring dari Minangkabau, Tari Saman dari
Aceh, Tari Tor-Tor dari Batak, hingga Tari Jaipong dari Jawa Barat.
Penampilan tersebut tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebagai
bentuk konkret pelestarian budaya di lingkungan madrasah.
Kelas XII-5 sebagai petugas apel pekan ini mempersiapkan penampilan tersebut dengan sangat serius. Di tengah kesibukan belajar menghadapi tahun ajaran yang padat, mereka tetap menyempatkan waktu berlatih di sela-sela jam istirahat dan pulang sekolah. Upaya ini pun mendapat sambutan hangat dari warga madrasah, termasuk para guru.
Salah satu guru yang mengapresiasi kegiatan tersebut adalah Ibu Sajidah Salmi, S.Pd., guru Bahasa Indonesia yang juga menjadi petugas apel pagi ini.
“Ini hal yang sangat menarik dan patut diapresiasi. Selain memberikan suasana apel yang lebih hidup, penampilan ini juga menunjukkan bahwa siswa-siswi kita punya kesadaran untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa. Apalagi ini dilakukan di bulan Agustus, momen yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar beliau dengan penuh bangga.
Ibu Sajidah juga menyoroti meningkatnya kedisiplinan siswa. Ia mencatat bahwa pagi ini terlihat lebih banyak siswa yang datang tepat waktu, dengan jumlah keterlambatan yang menurun signifikan.
“Kami melihat perubahan yang baik, anak-anak semakin tertib dan semangat. Ini tentunya menjadi harapan kita bersama agar budaya disiplin dan rasa bangga terhadap budaya sendiri terus tumbuh di lingkungan madrasah ini,” tambahnya.
Kepala MAN Tapanuli Selatan, Bapak Juhan Siregar, juga turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu akademik, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Siswa tidak hanya belajar dari buku, tapi juga dari pengalaman, dari proses, dan dari kebersamaan. Dan pagi ini adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu menjadi generasi yang berprestasi dan berbudaya,” ungkapnya.
Setelah apel dan penampilan budaya selesai, para siswa kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun, semangat dan energi positif yang tercipta dari penampilan tersebut masih terasa kuat, menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalani hari.
Melalui kegiatan seperti ini, MAN Tapanuli Selatan menunjukkan komitmennya untuk terus membangun generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan mencintai budayanya sendiri. Apel pagi tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi ajang ekspresi, edukasi, dan inspirasi bagi seluruh warga madrasah. (hen)
Kelas XII-5 sebagai petugas apel pekan ini mempersiapkan penampilan tersebut dengan sangat serius. Di tengah kesibukan belajar menghadapi tahun ajaran yang padat, mereka tetap menyempatkan waktu berlatih di sela-sela jam istirahat dan pulang sekolah. Upaya ini pun mendapat sambutan hangat dari warga madrasah, termasuk para guru.
Salah satu guru yang mengapresiasi kegiatan tersebut adalah Ibu Sajidah Salmi, S.Pd., guru Bahasa Indonesia yang juga menjadi petugas apel pagi ini.
“Ini hal yang sangat menarik dan patut diapresiasi. Selain memberikan suasana apel yang lebih hidup, penampilan ini juga menunjukkan bahwa siswa-siswi kita punya kesadaran untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa. Apalagi ini dilakukan di bulan Agustus, momen yang tepat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar beliau dengan penuh bangga.
Ibu Sajidah juga menyoroti meningkatnya kedisiplinan siswa. Ia mencatat bahwa pagi ini terlihat lebih banyak siswa yang datang tepat waktu, dengan jumlah keterlambatan yang menurun signifikan.
“Kami melihat perubahan yang baik, anak-anak semakin tertib dan semangat. Ini tentunya menjadi harapan kita bersama agar budaya disiplin dan rasa bangga terhadap budaya sendiri terus tumbuh di lingkungan madrasah ini,” tambahnya.
Kepala MAN Tapanuli Selatan, Bapak Juhan Siregar, juga turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu akademik, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap nilai-nilai luhur bangsa.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Siswa tidak hanya belajar dari buku, tapi juga dari pengalaman, dari proses, dan dari kebersamaan. Dan pagi ini adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu menjadi generasi yang berprestasi dan berbudaya,” ungkapnya.
Setelah apel dan penampilan budaya selesai, para siswa kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Namun, semangat dan energi positif yang tercipta dari penampilan tersebut masih terasa kuat, menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalani hari.
Melalui kegiatan seperti ini, MAN Tapanuli Selatan menunjukkan komitmennya untuk terus membangun generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan mencintai budayanya sendiri. Apel pagi tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi juga menjadi ajang ekspresi, edukasi, dan inspirasi bagi seluruh warga madrasah. (hen)

