MAN Tapanuli Selatan Terima Penyaluran Zakat Profesi dari Kemenag Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan (Humas), 29 Juli 2025 — Suasana siang hari di MAN Tapanuli Selatan terasa berbeda dari biasanya. Sekitar pukul 12.00 WIB, madrasah kebanggaan masyarakat Tapanuli Selatan ini kedatangan tamu istimewa dari Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan. Kepala Kantor Kemenag Tapsel, H. Masir Rambe, M.A., bersama jajaran pejabat dan rombongan disambut secara hangat dan penuh kekeluargaan oleh Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., beserta para guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Kedatangan rombongan Kemenag Tapsel ini merupakan bagian dari agenda penting, yakni penyaluran zakat profesi yang berasal dari para pegawai Kementerian Agama, baik ASN (Aparatur Sipil Negara), guru, maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Zakat tersebut diperuntukkan bagi siswa-siswi MAN Tapanuli Selatan yang berasal dari kalangan kurang mampu, yatim, dan piatu.

Dalam kegiatan penyaluran tersebut, tercatat sebanyak 69 siswa MAN Tapanuli Selatan yang menerima bantuan zakat profesi. Mereka adalah siswa-siswi yang telah melalui proses pendataan internal dan dianggap layak sebagai penerima manfaat, berdasarkan kondisi ekonomi keluarga serta status sosial yang disampaikan melalui wali kelas dan pihak kesiswaan.

Dalam sambutannya, Misdarwin, S.HI, selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Tapanuli Selatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kelanjutan program nasional “Lebaran Yatim” yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Program tersebut lahir dari semangat untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu, khususnya yang sedang berjuang dalam dunia pendidikan.

“Zakat profesi ini berasal dari para pegawai Kemenag Tapsel yang dengan tulus menyisihkan sebagian rezekinya. Tujuannya bukan hanya membantu secara finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi adik-adik siswa agar tetap semangat dalam belajar meskipun menghadapi keterbatasan,” ujar Misdarwin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa zakat bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun solidaritas dan keadilan ekonomi di tengah masyarakat. Terlebih lagi, ketika zakat tersebut disalurkan ke lembaga pendidikan seperti madrasah, maka manfaatnya akan terasa lebih luas karena turut mendukung pembangunan karakter dan masa depan generasi muda.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Tapanuli Selatan, H. Masir Rambe, M.A., menyampaikan rasa bahagia dan syukurnya bisa hadir langsung di tengah-tengah siswa-siswi madrasah. Beliau juga memberikan motivasi kepada para penerima zakat agar menjadikan bantuan ini sebagai penyemangat, bukan sebagai beban atau rasa rendah diri.

“Anak-anakku semua, kalian harus bangga berada di madrasah. Jangan pernah merasa minder atau putus asa karena keterbatasan ekonomi. Justru kalian harus lebih semangat, karena Allah akan selalu bersama orang-orang yang bersabar dan berjuang. Gunakan bantuan ini sebaik mungkin. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih prestasi, dan buktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk sukses,” tegas beliau.

Kakan Kemenag juga berharap agar ke depan semakin banyak pegawai Kemenag yang berstatus ASN dan PPPK, sehingga potensi zakat profesi yang bisa disalurkan akan semakin besar dan menjangkau lebih banyak siswa. Beliau menutup sambutannya dengan doa agar seluruh siswa selalu berada dalam lindungan Allah dan sukses dalam menempuh pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap madrasah, khususnya siswa-siswi yang sangat membutuhkan bantuan dan dukungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kakan Kemenag dan seluruh jajaran yang telah menyalurkan zakat profesi ke madrasah kami. Bantuan ini sangat berarti, baik secara materiil maupun emosional. Siswa kami merasa diperhatikan, dan itu akan memotivasi mereka untuk terus belajar dan tidak menyerah pada keadaan” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak madrasah akan terus berupaya mendampingi dan memfasilitasi para siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Komitmen ini merupakan bagian dari visi madrasah dalam membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlakul karimah.

Setelah sambutan dan penyerahan zakat secara simbolis kepada beberapa perwakilan siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru agama. Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai jalannya acara. Beberapa siswa penerima bantuan tampak terharu dan berterima kasih atas perhatian besar dari Kementerian Agama.

Bagi siswa-siswi penerima, zakat profesi ini bukan hanya sekadar bantuan uang, tetapi simbol kasih sayang, perhatian, dan kepedulian dari para guru dan pegawai Kementerian Agama. Diharapkan, kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan masyarakat bisa bergandengan tangan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan penuh kasih. (hen)

Similar Posts