MAN Tapanuli Selatan Umumkan Juara Lomba Menghias Kelas di Semarak Kemerdekaan

Tapanuli Selatan (Humas), 19 Agustus 2025 – Peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di MAN Tapanuli Selatan mencapai puncaknya dengan pengumuman lomba yang paling dinantikan, yaitu lomba menghias kelas dan halaman. Jika sebelumnya siswa sudah bersuka cita dengan pengumuman juara lomba estafet tepung, tarik tambang, fun run, balap karung, hingga video kreatif, maka kali ini perhatian seluruh warga madrasah benar-benar tertuju pada siapa yang berhasil menjadi juara lomba menghias kelas.

Lomba ini memang selalu menjadi sorotan karena antusiasme siswa yang sangat tinggi. Hampir setiap kelas menampilkan kreativitas terbaik mereka, mulai dari nuansa perjuangan, hiasan merah putih yang megah, ornamen bendera, hingga mural bertema pahlawan nasional. Ada pula kelas yang menambahkan sentuhan unik berupa pojok baca bertema nasionalisme dan dekorasi khas budaya nusantara. Semua itu membuat proses penilaian berjalan sangat kompetitif.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lismaida, S.Pd.I, menuturkan bahwa lomba menghias kelas selalu menghadirkan daya tarik tersendiri. “Ada hal yang paling ditunggu-tunggu setiap tahun, yaitu lomba menghias kelas. Uniknya, lomba ini tidak masuk dalam daftar resmi sejak awal, tetapi justru inilah lomba yang paling bergengsi dan paling ditunggu. Hadiah yang diberikan pun biasanya lebih besar dibanding lomba lainnya,” ujarnya.

Tingginya antusiasme membuat panitia sepakat menambah jumlah pemenang. Jika biasanya hanya ada tiga juara utama, tahun ini ditetapkan enam juara dengan tambahan kategori juara harapan. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak kelas mendapat penghargaan atas kerja keras dan kreativitas mereka. Momen pengumuman berlangsung meriah saat apel pagi di lapangan madrasah. Sorak sorai siswa terdengar setiap kali nama kelas disebutkan, dan para pemenang menerima trofi kebanggaan di depan seluruh warga madrasah.

Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya. “Saya merasa bangga karena meskipun lomba ini tidak termasuk dalam daftar resmi, justru inilah yang menjadi agenda paling dinantikan setiap tahun. Semoga lomba menghias kelas ini tidak hanya sekadar kegiatan perayaan, tetapi benar-benar menjadi budaya menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keindahan ruangan di madrasah kita,” ucapnya.

Beliau juga menegaskan bahwa penilaian lomba dilakukan secara murni oleh pihak madrasah tanpa campur tangan luar. “Penilaian dilakukan langsung oleh saya dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan. Dengan begitu, hasil yang diumumkan benar-benar objektif dan sesuai dengan standar yang kita sepakati bersama,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pengumuman juara lomba menghias kelas, seluruh rangkaian kegiatan semarak kemerdekaan di MAN Tapanuli Selatan resmi ditutup. Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini meninggalkan pesan penting bahwa semangat cinta tanah air dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas, serta kepedulian menjaga ruang belajar yang nyaman. (hen)

Similar Posts