
Tapanuli Selatan, (Humas) 11 Desember 2025. Usai pelaksanaan asesmen yang berakhir kemarin, MAN Tapanuli Selatan kembali melanjutkan agenda penguatan karakter peserta didik melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Dalam rentang lima hari ke depan, seluruh peserta didik dari kelas X, XI, hingga XII akan fokus pada penyelesaian proyek serta persiapan presentasi akhir dalam bentuk expo atau pameran hasil karya.
WKM Akademik MAN Tapanuli Selatan, Suparno, S.Pd., M.Sc, mewakili kepala madrasah, memberikan pengarahan langsung kepada seluruh guru pendamping serta peserta didik terkait teknis pelaksanaan P5RA. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa P5RA bukan sekadar menghasilkan produk akhir, tetapi bagaimana proses pembelajarannya berjalan secara terstruktur dan bermakna.
Suparno menegaskan bahwa terdapat empat aspek yang harus dikuatkan dalam pelaksanaan P5RA tahun ini, yaitu perencanaan, pengorganisasian, dokumentasi, dan presentasi. Keempat poin tersebut menjadi indikator penting dalam menilai keseriusan, kerjasama tim, serta kemampuan peserta didik dalam mengelola sebuah proyek pembelajaran. “Lima hari ke depan kita presentasikan hasilnya dalam bentuk expo. Harapannya semua bekerja sesuai peran, tidak ada yang tumpang tindih dalam pembagian tugas. Setiap peserta harus aktif dan bertanggung jawab. Mulai hari ini kita buka kegiatan, kita susun perencanaan, dan kita pastikan semua berjalan terarah,” ujar Suparno.
Beliau juga menambahkan bahwa dokumentasi menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan. Dokumentasi yang rapi akan memudahkan siswa menjelaskan proses, tantangan, hingga dampak dari proyek yang dikerjakan. Selain itu, dokumentasi juga menjadi bukti otentik keterlibatan siswa dalam setiap tahap kegiatan.
Adapun tema/topik proyek P5RA di setiap tingkat adalah sebagai berikut:
• Kelas X: Gaya Hidup Berkelanjutan / Madrasahku Bersih, Madrasahku Indah. Tema ini mendorong peserta didik untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan madrasah dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
• Kelas XI: Kewirausahaan / Kerajinan Manik-manik – Kerajinan Tangan Berbasis Potensi Lokal Kabupaten Tapanuli Selatan. Peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kreativitas melalui produk kerajinan yang bernilai jual serta mengangkat potensi daerah.
• Kelas XII: Lestari Adat Istiadat Negeri / Semarak Adat Negeriku. Proyek ini bertujuan mengajak peserta didik mengenal, mendokumentasikan, dan melestarikan adat istiadat lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Seluruh tema tersebut akan dituangkan dalam bentuk karya nyata yang dipamerkan di akhir kegiatan. Pada hari expo, setiap kelompok akan menampilkan hasil proyek lengkap dengan dokumentasi prosesnya, serta menyampaikan penjelasan kepada guru, tamu undangan, dan pengunjung lainnya mengenai ide dasar, proses kerja, hingga manfaat proyek bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pihak madrasah berharap pelaksanaan P5RA tahun ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dalam, menguatkan karakter peserta didik, mendorong kreativitas, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh warga madrasah, MAN Tapanuli Selatan optimis rangkaian P5RA dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan kompetensi peserta didik. (hen)
WKM Akademik MAN Tapanuli Selatan, Suparno, S.Pd., M.Sc, mewakili kepala madrasah, memberikan pengarahan langsung kepada seluruh guru pendamping serta peserta didik terkait teknis pelaksanaan P5RA. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa P5RA bukan sekadar menghasilkan produk akhir, tetapi bagaimana proses pembelajarannya berjalan secara terstruktur dan bermakna.
Suparno menegaskan bahwa terdapat empat aspek yang harus dikuatkan dalam pelaksanaan P5RA tahun ini, yaitu perencanaan, pengorganisasian, dokumentasi, dan presentasi. Keempat poin tersebut menjadi indikator penting dalam menilai keseriusan, kerjasama tim, serta kemampuan peserta didik dalam mengelola sebuah proyek pembelajaran. “Lima hari ke depan kita presentasikan hasilnya dalam bentuk expo. Harapannya semua bekerja sesuai peran, tidak ada yang tumpang tindih dalam pembagian tugas. Setiap peserta harus aktif dan bertanggung jawab. Mulai hari ini kita buka kegiatan, kita susun perencanaan, dan kita pastikan semua berjalan terarah,” ujar Suparno.
Beliau juga menambahkan bahwa dokumentasi menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan. Dokumentasi yang rapi akan memudahkan siswa menjelaskan proses, tantangan, hingga dampak dari proyek yang dikerjakan. Selain itu, dokumentasi juga menjadi bukti otentik keterlibatan siswa dalam setiap tahap kegiatan.
Adapun tema/topik proyek P5RA di setiap tingkat adalah sebagai berikut:
• Kelas X: Gaya Hidup Berkelanjutan / Madrasahku Bersih, Madrasahku Indah. Tema ini mendorong peserta didik untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan madrasah dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
• Kelas XI: Kewirausahaan / Kerajinan Manik-manik – Kerajinan Tangan Berbasis Potensi Lokal Kabupaten Tapanuli Selatan. Peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kreativitas melalui produk kerajinan yang bernilai jual serta mengangkat potensi daerah.
• Kelas XII: Lestari Adat Istiadat Negeri / Semarak Adat Negeriku. Proyek ini bertujuan mengajak peserta didik mengenal, mendokumentasikan, dan melestarikan adat istiadat lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Seluruh tema tersebut akan dituangkan dalam bentuk karya nyata yang dipamerkan di akhir kegiatan. Pada hari expo, setiap kelompok akan menampilkan hasil proyek lengkap dengan dokumentasi prosesnya, serta menyampaikan penjelasan kepada guru, tamu undangan, dan pengunjung lainnya mengenai ide dasar, proses kerja, hingga manfaat proyek bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pihak madrasah berharap pelaksanaan P5RA tahun ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih dalam, menguatkan karakter peserta didik, mendorong kreativitas, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya lokal. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh warga madrasah, MAN Tapanuli Selatan optimis rangkaian P5RA dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi perkembangan kompetensi peserta didik. (hen)




