
Tapanuli
Selatan (Humas) – 19 Desember 2025. Cerdas cermat dan sambung ayat
menjadi cabang perlombaan paling bergengsi dalam rangkaian kegiatan
class meeting MAN Tapanuli Selatan. Berlangsung di lokasi Bungabondar,
kedua lomba ini berhasil menghadirkan atmosfer yang berbeda dari cabang
lainnya, sarat dengan ketegangan, konsentrasi tinggi, serta adu
kemampuan intelektual dan spiritual para peserta.
Sejak dimulainya lomba, arena perlombaan tampak dipenuhi siswa dari berbagai kelas yang ingin menyaksikan langsung jalannya kompetisi. Setiap kali panitia membacakan soal, suasana mendadak senyap. Tidak terdengar sorakan ataupun teriakan dukungan, yang ada hanyalah fokus penuh peserta dan penonton. Raut wajah tegang tampak jelas, baik pada siswa yang bertanding maupun pada siswa yang menyaksikan, seolah ikut merasakan tekanan dalam menentukan jawaban yang tepat.
Pada cabang cerdas cermat, peserta dituntut berpikir cepat, tepat, dan cermat dalam menjawab pertanyaan lintas bidang pengetahuan. Sementara itu, pada lomba sambung ayat, ketepatan hafalan, kelancaran membaca, serta pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an menjadi penentu utama. Persaingan antartim berlangsung sangat ketat dan berimbang, menjadikan setiap soal bernilai krusial dan mampu mengubah posisi klasemen secara drastis.
Ketegangan semakin terasa ketika lomba memasuki babak-babak penentuan. Penonton terlihat menahan napas saat peserta menekan bel atau mulai melantunkan ayat lanjutan. Tidak jarang, keheningan berubah menjadi tepuk tangan spontan sebagai bentuk apresiasi atas jawaban tepat atau lantunan ayat yang fasih dan lancar. Suasana inilah yang membuat cerdas cermat dan sambung ayat kerap disebut sebagai “kelas utama” dalam kegiatan class meeting MAN Tapanuli Selatan.
Kepala Madrasah MAN Tapanuli Selatan melalui Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Syawaluddin Tampubolon, menuturkan bahwa kedua cabang ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter siswa. “Cerdas cermat dan sambung ayat menjadi ajang pembuktian kemampuan akademik dan religius siswa. Di sini terlihat bagaimana mereka dilatih untuk fokus, percaya diri, jujur, dan bertanggung jawab dalam berkompetisi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa suasana hening dan penuh ketegangan justru menjadi ciri khas positif dari lomba tersebut. “Ketika arena lomba terkesan senyap saat soal dibacakan, itu menandakan siswa benar-benar menghargai proses dan serius mengikuti kompetisi. Ini adalah pembelajaran karakter yang sangat berharga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syawaluddin Tampubolon menyampaikan bahwa class meeting di lokasi Bungabondar tidak hanya menjadi ajang hiburan pascaasesmen, tetapi juga ruang penguatan nilai-nilai madrasah. “Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat berprestasi, sportivitas, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an. Nilai-nilai ini diharapkan terus melekat dan tercermin dalam kehidupan belajar siswa sehari-hari,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan cerdas cermat dan sambung ayat yang berlangsung tertib, penuh konsentrasi, dan menjunjung tinggi sportivitas, MAN Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan class meeting yang tidak hanya meriah, tetapi juga edukatif dan bermakna. (hen)
Sejak dimulainya lomba, arena perlombaan tampak dipenuhi siswa dari berbagai kelas yang ingin menyaksikan langsung jalannya kompetisi. Setiap kali panitia membacakan soal, suasana mendadak senyap. Tidak terdengar sorakan ataupun teriakan dukungan, yang ada hanyalah fokus penuh peserta dan penonton. Raut wajah tegang tampak jelas, baik pada siswa yang bertanding maupun pada siswa yang menyaksikan, seolah ikut merasakan tekanan dalam menentukan jawaban yang tepat.
Pada cabang cerdas cermat, peserta dituntut berpikir cepat, tepat, dan cermat dalam menjawab pertanyaan lintas bidang pengetahuan. Sementara itu, pada lomba sambung ayat, ketepatan hafalan, kelancaran membaca, serta pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an menjadi penentu utama. Persaingan antartim berlangsung sangat ketat dan berimbang, menjadikan setiap soal bernilai krusial dan mampu mengubah posisi klasemen secara drastis.
Ketegangan semakin terasa ketika lomba memasuki babak-babak penentuan. Penonton terlihat menahan napas saat peserta menekan bel atau mulai melantunkan ayat lanjutan. Tidak jarang, keheningan berubah menjadi tepuk tangan spontan sebagai bentuk apresiasi atas jawaban tepat atau lantunan ayat yang fasih dan lancar. Suasana inilah yang membuat cerdas cermat dan sambung ayat kerap disebut sebagai “kelas utama” dalam kegiatan class meeting MAN Tapanuli Selatan.
Kepala Madrasah MAN Tapanuli Selatan melalui Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Syawaluddin Tampubolon, menuturkan bahwa kedua cabang ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter siswa. “Cerdas cermat dan sambung ayat menjadi ajang pembuktian kemampuan akademik dan religius siswa. Di sini terlihat bagaimana mereka dilatih untuk fokus, percaya diri, jujur, dan bertanggung jawab dalam berkompetisi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa suasana hening dan penuh ketegangan justru menjadi ciri khas positif dari lomba tersebut. “Ketika arena lomba terkesan senyap saat soal dibacakan, itu menandakan siswa benar-benar menghargai proses dan serius mengikuti kompetisi. Ini adalah pembelajaran karakter yang sangat berharga,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syawaluddin Tampubolon menyampaikan bahwa class meeting di lokasi Bungabondar tidak hanya menjadi ajang hiburan pascaasesmen, tetapi juga ruang penguatan nilai-nilai madrasah. “Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan semangat berprestasi, sportivitas, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan Al-Qur’an. Nilai-nilai ini diharapkan terus melekat dan tercermin dalam kehidupan belajar siswa sehari-hari,” tuturnya.
Melalui pelaksanaan cerdas cermat dan sambung ayat yang berlangsung tertib, penuh konsentrasi, dan menjunjung tinggi sportivitas, MAN Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan class meeting yang tidak hanya meriah, tetapi juga edukatif dan bermakna. (hen)
