MAN Tapanuli Selatan Gelar Apel Briefing Guru Terkait Kondisi Terkini

Tapanuli Selatan (Humas) – 1 September 2025. Seluruh guru MAN Tapanuli Selatan pagi ini mengikuti apel briefing yang dipimpin langsung oleh Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman madrasah dengan penuh kekhidmatan dan diikuti secara serius oleh para dewan guru. Apel briefing tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi daring yang digelar Kementerian Agama RI Kantor Tapanuli Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara pada malam sebelumnya.

Dalam arahannya, Kepala MAN Tapanuli Selatan menyampaikan bahwa apel ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru untuk menyatukan langkah menghadapi dinamika nasional yang sedang terjadi. Ia menekankan bahwa kondisi pemerintahan saat ini sedang mengalami berbagai gejolak, sehingga diperlukan sikap hati-hati dan kebersamaan dalam menjaga suasana tetap kondusif, terutama di lingkungan pendidikan madrasah. “Sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, kita tentu tidak boleh tinggal diam. Kita harus merespons situasi ini dengan bijak, tenang, dan penuh tanggung jawab. Jangan sampai peserta didik kita yang masih berada di usia remaja mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di luar,” tegas Juhan Siregar dalam arahannya.

Lebih lanjut, beliau menjabarkan empat poin utama yang menjadi keputusan bersama hasil rapat koordinasi, yakni:
    1.    Pembelajaran dialihkan ke daring. Seluruh proses belajar mengajar di MAN Tapanuli Selatan dilaksanakan secara daring melalui media Zoom maupun WhatsApp. Keputusan ini diambil mengingat lokasi madrasah yang berdekatan dengan kompleks perkantoran, sehingga untuk sementara waktu aktivitas tatap muka dialihkan demi menjaga keamanan dan ketertiban.
    2.    Aktivitas guru tetap berjalan. Para guru tetap melaksanakan tugasnya seperti biasa, hanya saja bentuk layanan pembelajaran dilakukan secara daring. Kehadiran guru di madrasah tetap diperlukan untuk memastikan pembelajaran berlangsung lancar dan terpantau dengan baik.
    3.    Pakaian guru tidak menggunakan seragam resmi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para guru dan tenaga kependidikan tidak diperkenankan mengenakan atribut resmi yang berhubungan dengan kementerian atau pemerintah daerah. Sebagai gantinya, digunakan pakaian bebas yang sopan dan rapi tanpa simbol-simbol resmi.
    4.    Pengawasan peserta didik diperketat. Guru mata pelajaran dan wali kelas diminta bertanggung jawab dalam memastikan siswa benar-benar mengikuti pembelajaran dari rumah. Pemanfaatan teknologi seperti absensi daring, grup WhatsApp kelas, hingga pemantauan langsung dari wali kelas menjadi langkah penting agar proses belajar tetap berjalan dengan disiplin.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN Tapanuli Selatan juga memberikan penekanan khusus kepada guru untuk menjaga komunikasi yang baik dengan peserta didik dan orang tua. Ia berharap seluruh pihak saling bekerja sama sehingga tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran. “Situasi ini tentu tidak mudah, tetapi kita harus hadapi bersama dengan penuh kesabaran. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan arah, justru di sinilah peran kita sebagai pendidik untuk menjaga mereka agar tetap fokus belajar dan tidak ikut terbawa arus isu-isu yang tidak jelas,” tambahnya.

Apel briefing ini berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Para guru tampak antusias menyimak arahan yang diberikan. Di akhir kegiatan, apel ditutup dengan doa bersama agar kondisi bangsa segera pulih, suasana kembali kondusif, dan aktivitas pendidikan di madrasah dapat berjalan normal seperti sediakala.

Kegiatan apel ini menjadi bukti nyata komitmen MAN Tapanuli Selatan dalam merespons situasi nasional dengan langkah bijak. Madrasah berupaya memastikan pendidikan tetap berlangsung tanpa mengurangi esensi pembelajaran, sekaligus menjaga keamanan, kenyamanan, serta ketenangan seluruh warga madrasah. (hen)

Similar Posts