MAN Tapanuli Selatan Tekankan Percepatan Administrasi, Input Hasil Asesmen, dan Penguatan Kurikulum

Tapanuli Selatan, (Humas) 8 Desember 2025 — Seluruh wakil dan penanggung jawab lokasi MAN Tapanuli Selatan mengikuti rapat internal yang dipimpin Kepala Madrasah untuk membahas percepatan administrasi, penyelesaian input asesmen, serta beberapa isu penting lainnya. Pertemuan ini digelar sebagai respons terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu dan kebutuhan koordinasi yang semakin intens.

Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa rapat tersebut memang dirancang secara tertutup untuk mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan setiap kebijakan langsung diteruskan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. “Sengaja saya mengundang rapat ini secara tertutup dan hanya internal wakil serta penanggung jawab lokasi, karena kita harus bergerak cepat. Saya percaya Bapak Ibu menjadi perpanjangtangan dari keputusan hari ini,” ujar Juhan Siregar.

Beliau juga menekankan pentingnya percepatan penginputan nilai ke RDM agar hasil asesmen segera dapat dirampungkan. Hal ini termasuk memberikan pendampingan kepada para guru, terutama yang baru bertugas sebagai ASN atau PNS. “Kita mendesak agar seluruh nilai segera diinput ke RDM. Banyak guru baru yang perlu kita dampingi dalam proses penginputan. Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, koordinasi harus terus kita jaga agar tidak ada keterlambatan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Suparno, S.Pd., MSc., juga menyampaikan arahan mengenai penguatan kurikulum, khususnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, konsep yang saat ini mulai dikembangkan sebagai pendekatan pembelajaran di MAN Tapanuli Selatan.

Suparno menjelaskan bahwa kurikulum ini menekankan kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap proses belajar. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menghadirkan suasana yang menumbuhkan motivasi, kedekatan, dan rasa memiliki terhadap madrasah. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar metode, tetapi sikap. Kita ingin pembelajaran menciptakan kenyamanan, menguatkan karakter, dan membangun hubungan yang baik antara guru dan peserta didik. Ketika siswa merasa dihargai, maka hasil belajar akan mengikuti,” terang Suparno.

Ia juga meminta seluruh guru untuk mulai mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam RPP, pendekatan penilaian, serta interaksi sehari-hari dengan peserta didik. Hal ini dinilai sejalan dengan visi madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang humanis dan berkarakter.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas administrasi, memperkuat koordinasi antar-unit, dan memastikan seluruh agenda pasca-asesmen berjalan dengan baik. MAN Tapanuli Selatan berharap langkah ini dapat mempercepat penyelesaian hasil asesmen sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran secara menyeluruh. (hen)

Similar Posts