
Tapanuli Selatan, (Humas)
18 September 2025 – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
1447 H, MAN Tapanuli Selatan lokasi Bungabondar menggelar kegiatan penuh
makna dengan mengusung tema “Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Lestarikan Bumi dan Negeri”. Kegiatan
ini berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri oleh seluruh siswa, dewan
guru, staf madrasah, serta tokoh masyarakat sekitar.
Acara
diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan siswa,
dilanjutkan dengan penampilan shalawat dan marhaban yang dibawakan
secara bergantian oleh kelompok siswa. Suasana semakin terasa religius
ketika seluruh hadirin bersama-sama melantunkan shalawat sebagai
ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
Inti
acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Monang, yang
membahas keteladanan Rasulullah SAW dalam perspektif ekoteologi. Dalam
ceramahnya, beliau menegaskan bahwa Rasulullah adalah teladan sempurna,
termasuk dalam hal menjaga dan melestarikan lingkungan.
“Rasulullah
SAW mencontohkan hidup yang seimbang, sederhana, dan penuh kepedulian
terhadap alam. Beliau melarang pemborosan air, mengajarkan agar tanaman
dan hewan dijaga, serta menekankan bahwa bumi adalah amanah Allah yang
harus kita rawat. Jika kita mencintai Nabi, maka kita juga harus
mencintai bumi,” ujar Ustadz Monang dalam tausiyahnya yang disambut penuh perhatian oleh para hadirin.
Sementara
itu, Kepala MAN Tapanuli Selatan yang diwakili oleh penanggung jawab
lokasi Bungabondar, Syawaluddin Tampubolon, M.PKim., dalam sambutannya
menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan
tersebut. Beliau menekankan bahwa Maulid Nabi bukan sekadar acara
tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai keteladanan
Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW di madrasah ini bukan hanya untuk mengenang
sejarah, tetapi menjadi sarana membentuk karakter siswa agar meneladani
akhlak Rasulullah. Dengan tema ekoteologi, kami berharap seluruh siswa
semakin peduli terhadap lingkungan sekitar, karena mencintai bumi dan
negeri adalah bagian dari implementasi cinta kepada Nabi dan ibadah
kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Kegiatan
ini berlangsung dengan lancar hingga akhir acara. Antusiasme siswa
terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai penampilan seni
Islami, serta kesungguhan mendengarkan tausiyah. Kehadiran masyarakat
sekitar juga menambah semarak dan kebersamaan dalam memperingati hari
lahir Nabi Muhammad SAW.
Peringatan
Maulid di MAN Tapanuli Selatan lokasi Bungabondar tahun ini diharapkan
tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan
kesadaran baru di kalangan siswa dan warga madrasah untuk terus menjaga
kelestarian lingkungan serta meneladani ajaran Rasulullah dalam
kehidupan nyata. (hen)


