Ilhamsyah, Setelah Belasan Tahun Mengabdi, Akhirnya Diangkat PPPK 2024

Tapanuli Selatan (Humas) – Di tengah perjalanan sebuah madrasah, selalu ada kisah inspiratif dari para pendidik yang tak kenal lelah memberikan yang terbaik demi siswa dan bangsa. Sosok itu adalah Ilhamsyah, seorang guru, pendidik, sekaligus teladan yang lahir di sebuah desa kecil bernama Garoga pada 17 Agustus 1982.
 
Di usianya yang kini mencapai 42 tahun, beliau masih terus mengabdi, menjadi cahaya dan panutan bagi siswa, keluarga, dan masyarakat sekitar.
 
 Ilhamsyah menyelesaikan studi S1 pada tahun 2011 dan pada tahun yang sama bergabung menjadi tenaga pengajar di MAN Tapanuli Selatan. Dalam perjalanan pengabdiannya, beliau diberi kepercayaan bukan hanya sebagai guru mata pelajaran Bahasa Inggris, tapi juga sebagai operator madrasah. Dalam perannya sebagai operator, beliau menjadi garda terdepan yang menangani data kepegawaian dan tenaga pendidik, sebuah pekerjaan penting demi kelancaran administrasi madrasah.
 
Awalnya, perjalanan hidup Ilhamsyah tidak mudah. Dalam beberapa tahun pertama menjadi guru honorer, gaji yang diterimanya tidak lebih dari Rp400.000 per bulan. Dengan honor yang pas-pasan, beliau tetap mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan terus mengabdi tanpa mengeluh.
 
Jarak tempat tinggalnya dari madrasah memang tak terlalu jauh, sekitar 2 km, namun menjadi tantangan karena tidak tersedia angkutan umum yang dapat mencapai simpang tempat tinggalnya. Hal itu tak menyurutkan langkahnya; Bapak Ilhamsyah selalu datang paling awal dan pulang paling terakhir, menjadi teladan disiplin dan kerja keras bagi rekan kerja dan siswa.
 
Sebelum bergabung di MAN Tapanuli Selatan,  Ilhamsyah juga pernah mengajar di SD Swasta Muhammadiyah Pasorminan. Pengalaman inilah yang turut menjadi bekalnya saat menjadi pendidik, memahami kebutuhan siswa, dan menemukan pendekatan belajar yang paling sesuai.
 
Perjuangan Ilhamsyah tidak mudah. Tercatat, beliau pernah mendaftar menjadi CPNS 4 kali dan PPPK 2 kali, namun nasib masih terus mengujinya. Kendati demikian, beliau tak pernah putus asa dan terus belajar, terus mencari peluang demi masa depannya. Sampai pada tahun 2024, kerja kerasnya membuahkan hasil. 
 
Ia resmi diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), menjadi satu dari 31 orang yang diangkat PPPK di Tapanuli Selatan pada tahun 2024. Pengangkatan ini bukan hanya sebuah penghargaan atas kerja kerasnya, tapi juga menjadi sebuah babak baru, sebuah awal yang lebih cerah, demi memberikan yang terbaik pada bangsa dan agama.
 
Selain perjalanan kariernya, ada sebuah kisah menyentuh yang tak terlupakan bagi  Ilhamsyah. Dalam perjalanan menjadi pendidik, beliau pernah diberi tanggung jawab mengajar di sebuah kelas yang dianggap paling aktif, paling bandel, dan paling sulit diatur. Tapi di akhir perjalanan belajar, siswa-siswanya justru menangis dan meminta maaf atas kenakalan yang terjadi. Peristiwa itu menjadi momen emosional dan tak terlupakan, sebuah hadiah yang tak ternilai atas kesabaran, kerja keras, dan pendekatan manusiawi yang diterapkannya.
 
 Ilhamsyah memang bukan tipe orang yang suka mencari muka. Sosoknya kalem, pendiam, dan rendah hati, tapi disiplin dan kerja kerasnya menjadi cahaya yang terus bersinar di tengah gelapnya kesulitan. Dalam pergaulan, beliau lebih memilih menjadi pendengar, memberi nasihat apabila diminta, dan menjadi teladan melalui perbuatannya.
 
Bagi siswa, Ilhamsyah bukan hanya seorang guru, tapi juga seorang pembimbing, orang tua, dan sahabat yang selalu siap menjadi tempat belajar, curhat, dan mencari solusi. Bagi madrasah, beliau adalah pilar penting, penggerak, dan teladan yang patut dicontoh. Dedikasi, kesabaran, dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa dan menjadi cahaya yang tak akan pudar demi masa depan Indonesia yang lebih unggul.(Hen)
 

Similar Posts