Gerakan kemanusiaan siswa MAN Tapanuli Selatan: Pramuka Saka Wira turun langsung jadi relawan banjir

Tapanuli Selatan (Humas), 16 Desember 2025 — Hakikat pendidikan sejatinya tidak berhenti pada proses transfer ilmu antara guru dan siswa di ruang kelas. Pendidikan juga hadir untuk membuka wawasan, menumbuhkan kepekaan sosial, memperkuat nilai kemanusiaan, serta menanamkan empati dan nasionalisme dalam kehidupan nyata. Nilai-nilai inilah yang tercermin dari gerakan sukarela siswa Gugus Depan MAN Tapanuli Selatan yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira, yang dengan penuh kesadaran turun langsung menjadi relawan penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Di tengah padatnya aktivitas belajar dan usainya rangkaian asesmen semester, serta ketika sebagian besar siswa memanfaatkan waktu untuk beristirahat, sejumlah siswa MAN Tapanuli Selatan justru tergerak oleh kondisi masyarakat yang tengah dilanda musibah banjir. Tanpa arahan formal maupun komando khusus dari pihak madrasah, mereka secara mandiri bergabung dalam barisan relawan, menyumbangkan waktu, tenaga, dan kepedulian demi membantu sesama. Gerakan ini lahir murni dari dorongan nurani, tanpa mengharapkan imbalan apa pun.

Para siswa tersebut bertugas langsung di Posko BNPB Tapanuli Selatan yang berlokasi di Komplek Perkantoran MAN Tapanuli Selatan, dengan waktu pengabdian mulai dari sore hingga malam hari. Kegiatan kemanusiaan ini didampingi oleh Ali Mudin Siregar, selaku Pembina Pramuka MAN Tapanuli Selatan, bersama para siswa relawan, yakni Amanda Arafah Harahap, Ahmad Syukri Pardomuan Pasaribu, Hapsil Batubara, Riski Saputra Siregar, Kari Ahmad Junaidi Pane, Yoga Pratama Batubara, dan Emilkhadfi Barus.

Adapun tugas yang mereka emban meliputi menjaga posko, menerima dan mendata bantuan yang masuk, serta melakukan bongkar muat logistik, baik berupa sembako, pakaian bekas maupun pakaian layak pakai, serta kebutuhan darurat lainnya. Seluruh tugas tersebut mereka laksanakan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan semangat gotong royong, tanpa mengharapkan balasan apa pun selain harapan agar bantuan dapat segera tersalurkan kepada masyarakat terdampak.

Aksi kemanusiaan siswa MAN Tapanuli Selatan ini juga terekam dalam berbagai unggahan, baik melalui BNPB Tapanuli Selatan maupun postingan resmi Gugus Depan Pramuka MAN Tapanuli Selatan, yang memperlihatkan keterlibatan langsung siswa-siswi madrasah dalam membantu penanggulangan bencana di daerahnya sendiri.

Salah satu siswa relawan, Amanda Arafah Harahap, menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini berangkat dari panggilan hati dan nilai-nilai kepramukaan yang selama ini ia pelajari. “Kami ikut kegiatan ini karena merasa terpanggil. Apa yang kami pelajari di Pramuka tentang tolong-menolong dan pengabdian ingin kami wujudkan secara nyata. Kami tidak mengharapkan apa pun, selain bisa membantu dan meringankan beban saudara-saudara kami yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya.

Gerakan spontan dan tulus ini pun mendapat sambutan hangat dari seluruh keluarga besar MAN Tapanuli Selatan. Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan inisiatif para siswa yang terlibat langsung sebagai relawan.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepedulian siswa-siswi MAN Tapanuli Selatan yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira dan Gugus Depan. Tanpa arahan resmi dan tanpa mengharapkan apa pun, mereka tergerak hadir membantu masyarakat yang terdampak banjir. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter di madrasah tidak hanya diajarkan, tetapi benar-benar hidup dalam tindakan nyata. Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dan menumbuhkan kepedulian sosial yang terus melekat dalam diri mereka,” ujar Juhan Siregar.

Gerakan kemanusiaan siswa Gugus Depan MAN Tapanuli Selatan ini menjadi potret nyata bahwa madrasah adalah ruang tumbuhnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Tanpa pamrih, tanpa sorotan berlebihan, mereka hadir sebagai relawan—bergerak dengan hati, mengabdi untuk kemanusiaan. (hen)

Similar Posts