
Tapanuli Selatan (Humas) –
Suasana pagi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Selatan selalu
menghadirkan pemandangan yang hangat dan penuh keakraban. Di bawah
langit pagi yang cerah dan udara sejuk khas Tapanuli Selatan, para guru
dan tenaga kependidikan berdiri rapi di depan gerbang utama, siap
menyambut kedatangan para siswa. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas,
tetapi bagian dari budaya positif madrasah yang dikenal dengan 3S, yaitu
Senyum, Salam, dan Sapa.
Kegiatan
ini dilaksanakan secara bergilir berdasarkan jadwal piket yang telah
diatur. Setiap guru maupun pegawai mendapatkan giliran untuk menyambut
siswa, memastikan bahwa setiap pagi mereka hadir lebih awal sebelum jam
masuk sekolah. Dengan senyum yang tulus, salam penuh hormat, dan sapaan
hangat, para pendidik memberikan energi positif kepada seluruh siswa
yang datang. Tidak jarang, sapaan ringan disertai doa singkat untuk
memotivasi siswa memulai hari dengan semangat belajar yang tinggi.
Pemandangan
tertib juga terlihat dari para siswa yang datang. Satu per satu mereka
memasuki halaman madrasah, baik dengan berjalan kaki, mengendarai
sepeda, maupun berboncengan sepeda motor. Bagi siswa yang berboncengan,
pengendara biasanya turun terlebih dahulu untuk menyalami guru piket,
sementara yang dibonceng menunggu sejenak di pintu gerbang. Kebiasaan
ini mencerminkan kedisiplinan sekaligus rasa hormat terhadap pendidik.
Kepala
MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa
budaya menyambut siswa setiap pagi adalah bagian dari wajah madrasah
yang harus dijaga oleh seluruh warga sekolah.
“Semua
guru dan tenaga pendidik seharusnya menyambut siswa dengan ramah dan
sopan, karena inilah cerminan wajah madrasah. Saya akan menindak tegas
siapapun yang mendapat jadwal piket tetapi tidak hadir lebih awal. Ini
adalah bentuk loyalitas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik,” ujarnya tegas, Sabtu (9/8/2025).
Menurut
beliau, penerapan budaya 3S bukan hanya mempererat hubungan antara guru
dan siswa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membentuk karakter
sopan santun dan rasa saling menghargai. Kegiatan ini diharapkan dapat
menumbuhkan suasana belajar yang kondusif sejak siswa menginjakkan kaki
di gerbang madrasah.
Bagi
para siswa, sambutan hangat dari guru di pagi hari menjadi penyemangat
tersendiri. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga semangat
belajar pun meningkat. Senyum yang terpancar dari wajah guru dibalas
dengan salam hormat dan ucapan “assalamu’alaikum” dari para siswa, menciptakan interaksi positif yang membawa energi baik ke seluruh kegiatan di madrasah.
Budaya
3S di MAN Tapanuli Selatan ini telah menjadi kebiasaan yang
ditunggu-tunggu setiap pagi. Tidak hanya menciptakan kedisiplinan dan
rasa hormat, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan
penghargaan terhadap sesama. Dengan tradisi ini, MAN Tapanuli Selatan
berharap dapat terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam
akademik, tetapi juga berkarakter mulia.(hen)



