
Tapanuli Selatan (Humas) — 18 Desember 2025.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tapanuli Selatan menggelar rapat akhir
tahun yang dirangkai dengan evaluasi pelaksanaan pembelajaran semester
ganjil tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi forum refleksi dan
konsolidasi seluruh unsur pimpinan dan pendidik dalam menilai capaian
program madrasah selama satu semester. Rapat tersebut dihadiri oleh
Kepala Madrasah, para Wakil Kepala Madrasah, serta seluruh dewan guru
dan tenaga kependidikan dari empat lokasi MAN Tapanuli Selatan.
Rapat diawali dengan pemaparan evaluasi akademik oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Suparno, S.Pd., M.Sc. Ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan pembelajaran semester ganjil berjalan dengan baik, namun tetap diperlukan penguatan pada beberapa aspek agar kualitas pembelajaran semakin meningkat dan merata di seluruh lokasi. “Evaluasi ini kita lakukan untuk melihat secara menyeluruh capaian akademik peserta didik, kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta efektivitas asesmen yang telah diterapkan selama satu semester. Hasil evaluasi ini akan menjadi pijakan utama untuk perbaikan program akademik pada semester genap,” ujar Suparno.
Ia menekankan pentingnya konsistensi guru dalam menyusun dan melaksanakan asesmen sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah ditetapkan. Salah satu poin yang menjadi perhatian khusus dalam rapat tersebut adalah penilaian harian siswa. “Nilai harian harus disesuaikan dengan jumlah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang tercantum di rapor. Artinya, setiap ATP harus memiliki data penilaian yang jelas dan terukur, sehingga nilai yang muncul di rapor benar-benar mencerminkan proses dan capaian belajar siswa,” jelasnya.
Menurut Suparno, kesesuaian antara ATP dan nilai harian tidak hanya penting secara administrasi, tetapi juga berdampak langsung pada keadilan penilaian dan keakuratan laporan hasil belajar peserta didik. Terkait pelaksanaan asesmen, Suparno kembali menegaskan asas MAN Tapanuli Selatan yang hingga saat ini tetap mengutamakan penggunaan lembar jawaban tulis dalam ujian madrasah. “Untuk asesmen, kita tetap berupaya menggunakan lembar jawaban tulis. Kecuali pada ujian yang statusnya nasional, barulah kita menggunakan perangkat berbasis digital,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan lembar jawaban tulis memiliki nilai lebih, di antaranya melatih kerapian, ketelitian, serta kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan penalaran secara sistematis. Selain itu, asesmen tulis memungkinkan guru menilai proses berpikir siswa secara lebih mendalam, tidak semata-mata berfokus pada hasil akhir.
Lebih lanjut, Suparno memaparkan rencana akademik satu semester ke depan yang akan difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen. Program tersebut meliputi penguatan perencanaan pembelajaran berbasis ATP, peningkatan kualitas soal dan instrumen penilaian, optimalisasi program remedial dan pengayaan, serta penguatan koordinasi antar guru dari empat lokasi MAN Tapanuli Selatan agar mutu pembelajaran tetap merata.
Sementara itu, Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya memberikan bimbingan dan motivasi kepada seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga profesionalisme dan komitmen dalam melaksanakan tugas. “Rapat evaluasi ini bukan untuk mencari kekurangan, tetapi sebagai sarana refleksi bersama agar kita dapat melangkah lebih baik. Semester genap harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, serta meningkatkan disiplin dan kinerja seluruh civitas madrasah,” tegas Juhan Siregar.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan seluruh guru dari empat lokasi agar setiap kebijakan dan program madrasah dapat dilaksanakan secara selaras dan berkelanjutan. Rapat akhir tahun ini ditutup dengan diskusi terbuka, penyampaian masukan dari masing-masing bidang, serta perumusan rencana kerja semester genap tahun ajaran 2025/2026 sebagai langkah konkret dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN Tapanuli Selatan. (hen)
Rapat diawali dengan pemaparan evaluasi akademik oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Suparno, S.Pd., M.Sc. Ia menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan pembelajaran semester ganjil berjalan dengan baik, namun tetap diperlukan penguatan pada beberapa aspek agar kualitas pembelajaran semakin meningkat dan merata di seluruh lokasi. “Evaluasi ini kita lakukan untuk melihat secara menyeluruh capaian akademik peserta didik, kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta efektivitas asesmen yang telah diterapkan selama satu semester. Hasil evaluasi ini akan menjadi pijakan utama untuk perbaikan program akademik pada semester genap,” ujar Suparno.
Ia menekankan pentingnya konsistensi guru dalam menyusun dan melaksanakan asesmen sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah ditetapkan. Salah satu poin yang menjadi perhatian khusus dalam rapat tersebut adalah penilaian harian siswa. “Nilai harian harus disesuaikan dengan jumlah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang tercantum di rapor. Artinya, setiap ATP harus memiliki data penilaian yang jelas dan terukur, sehingga nilai yang muncul di rapor benar-benar mencerminkan proses dan capaian belajar siswa,” jelasnya.
Menurut Suparno, kesesuaian antara ATP dan nilai harian tidak hanya penting secara administrasi, tetapi juga berdampak langsung pada keadilan penilaian dan keakuratan laporan hasil belajar peserta didik. Terkait pelaksanaan asesmen, Suparno kembali menegaskan asas MAN Tapanuli Selatan yang hingga saat ini tetap mengutamakan penggunaan lembar jawaban tulis dalam ujian madrasah. “Untuk asesmen, kita tetap berupaya menggunakan lembar jawaban tulis. Kecuali pada ujian yang statusnya nasional, barulah kita menggunakan perangkat berbasis digital,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan lembar jawaban tulis memiliki nilai lebih, di antaranya melatih kerapian, ketelitian, serta kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan penalaran secara sistematis. Selain itu, asesmen tulis memungkinkan guru menilai proses berpikir siswa secara lebih mendalam, tidak semata-mata berfokus pada hasil akhir.
Lebih lanjut, Suparno memaparkan rencana akademik satu semester ke depan yang akan difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen. Program tersebut meliputi penguatan perencanaan pembelajaran berbasis ATP, peningkatan kualitas soal dan instrumen penilaian, optimalisasi program remedial dan pengayaan, serta penguatan koordinasi antar guru dari empat lokasi MAN Tapanuli Selatan agar mutu pembelajaran tetap merata.
Sementara itu, Kepala MAN Tapanuli Selatan, Juhan Siregar, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya memberikan bimbingan dan motivasi kepada seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga profesionalisme dan komitmen dalam melaksanakan tugas. “Rapat evaluasi ini bukan untuk mencari kekurangan, tetapi sebagai sarana refleksi bersama agar kita dapat melangkah lebih baik. Semester genap harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, serta meningkatkan disiplin dan kinerja seluruh civitas madrasah,” tegas Juhan Siregar.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kebersamaan seluruh guru dari empat lokasi agar setiap kebijakan dan program madrasah dapat dilaksanakan secara selaras dan berkelanjutan. Rapat akhir tahun ini ditutup dengan diskusi terbuka, penyampaian masukan dari masing-masing bidang, serta perumusan rencana kerja semester genap tahun ajaran 2025/2026 sebagai langkah konkret dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN Tapanuli Selatan. (hen)
