MAN Tapanuli Selatan Gelar Workshop Literasi Digital Bersama Mahasiswa UIN Syahada Padangsidimpuan

Tapanuli Selatan, (Humas) – 6 Agustus 2025. Dalam upaya meningkatkan kecakapan digital dan kesadaran bermedia sosial secara bijak di kalangan pelajar, MAN Tapanuli Selatan menggelar kegiatan Workshop Literasi Digital yang dipandu oleh mahasiswa dari UIN Syahada Padangsidimpuan. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, namun juga memiliki etika serta tanggung jawab dalam pemanfaatan media digital.

Kegiatan yang dilangsungkan di ruang pertemuan madrasah ini diikuti oleh lebih dari 40 siswa, yang terdiri dari seluruh perangkat kelas (ketua dan sekretaris kelas) serta anggota OSIM MAN Tapanuli Selatan. Mereka hadir sebagai perwakilan siswa untuk menyerap materi yang disampaikan dan nantinya diharapkan dapat menyebarkan ilmu dan semangat literasi digital kepada teman-temannya di kelas masing-masing.

Sebanyak delapan mahasiswa UIN Syahada secara bergantian menyampaikan materi yang dikemas dalam bentuk pemaparan interaktif, tanya jawab, dan diskusi terbuka. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dasar literasi digital, pentingnya etika bermedia sosial, cara mengenali dan menyaring informasi palsu (hoaks), serta tips menjadi pengguna media sosial yang aktif namun tetap bertanggung jawab.

Suasana kegiatan berlangsung dengan sangat antusias. Para siswa terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari hal teknis seputar penggunaan media sosial, hingga bagaimana menghadapi tekanan digital seperti cyberbullying dan konten negatif yang marak tersebar di internet. Mahasiswa pemateri pun dengan ramah dan terbuka melayani pertanyaan serta mengarahkan diskusi ke arah yang membangun.

Salah satu pemateri, mahasiswa bernama Asrul Hidayat prodi Komunikasi Penyiaran Islam, menyampaikan bahwa literasi digital saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi generasi muda. Ia mengatakan, “Di era digital seperti sekarang, siswa harus mampu memilah informasi, memahami etika digital, dan menjaga identitas diri di dunia maya. Kita semua harus belajar menjadi pengguna media sosial yang cerdas, santun, dan produktif.”

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak madrasah. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lismaida, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran para mahasiswa UIN Syahada yang telah berbagi ilmu dan pengalaman. Ia menegaskan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari pembelajaran modern yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik.

“Ciptakan siswa yang kritis, karena ilmu bisa datang dari mana saja. Terus gali dan cari ilmu, termasuk dari kegiatan seperti ini. Literasi digital adalah identitas dari pembelajaran abad 21, dan digitalisasi harus selaras dengan pelajaran yang sedang digeluti agar kita tidak tertinggal. Apalagi di zaman sekarang, media sosial berkembang sangat cepat dan bisa menjadi ancaman jika tidak kita gunakan secara bijak,” ujar Lismaida dalam arahannya.

Ia juga berharap agar seluruh peserta workshop dapat menjadi duta literasi digital di kelas masing-masing. “Sampaikan kembali informasi yang kalian dapat hari ini kepada teman-teman di kelas. Jadilah contoh yang baik dalam bermedia sosial. Bijak menggunakan internet adalah bentuk kecerdasan yang sesungguhnya,” tambahnya.

Workshop ini ditutup dengan refleksi bersama dan komitmen peserta untuk menerapkan nilai-nilai literasi digital dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia maya maupun nyata. Para peserta juga mengisi form evaluasi sebagai umpan balik atas kegiatan tersebut, yang rencananya akan dijadikan dasar untuk merancang kegiatan serupa di masa mendatang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MAN Tapanuli Selatan berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kecakapan hidup siswa di era digital.(hen)

Similar Posts