
Tapanuli Selatan (Humas) — Selasa, 6 Januari 2026, MAN Tapanuli Selatan lokasi Situmba menyelenggarakan Pemilihan Raya (Pemira) sebagai sarana pembelajaran demokrasi bagi peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) serta Pradana dan Pradani periode 2026/2027.
Pemira menjadi agenda strategis madrasah dalam membentuk perwakilan siswa yang konstitusional, partisipatif, dan bertanggung jawab. Seluruh tahapan kegiatan dirancang menyerupai mekanisme pemilihan umum, mulai dari pendaftaran calon, penetapan nomor urut, masa kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Proses ini dilaksanakan secara terbuka dan edukatif di bawah pengawasan langsung Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan.
Kepala MAN Tapanuli Selatan yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lismaida, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Pemira merupakan bagian penting dari proses pembinaan kesiswaan di madrasah. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memilih pengurus organisasi, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab siswa. “Pemilihan ini menjadi media pembelajaran nyata bagi siswa tentang demokrasi yang sehat. Mereka belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pilihan, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil,” ujar Lismaida.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh warga madrasah, baik guru maupun siswa, menunjukkan komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya demokratis di lingkungan MAN Tapanuli Selatan. “Kami ingin siswa memahami bahwa kepemimpinan lahir dari proses yang jujur dan transparan. Siapa pun yang terpilih nantinya harus siap menjadi pelayan bagi teman-temannya dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.
Lebih jauh, Lismaida menegaskan bahwa pengawasan selama Pemira dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai madrasah. “Kami mengawasi seluruh rangkaian kegiatan agar Pemira ini benar-benar menjadi sarana pendidikan karakter, bukan sekadar kegiatan seremonial. Nilai kejujuran, kedisiplinan, dan sportivitas harus tercermin dalam setiap tahapannya,” tegasnya.
Adapun calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026/2027 terdiri atas pasangan nomor urut 1 Yoga Pratama Batubara bersama Salsabila Jauziah Siregar, serta pasangan nomor urut 2 Muktamar Alpiansah Harahap bersama A’lim Kurniawan Siagian. Sementara itu, calon Pradana terdiri dari nomor urut 1 Syahril Harahap dan nomor urut 2 Radyd Albar Ritonga. Untuk calon Pradani, nomor urut 1 Khansa Afifah dan nomor urut 2 Aulia Nurjannah.
Pemungutan suara diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari guru hingga siswa, yang menggunakan hak pilihnya secara langsung, bebas, dan rahasia. Panitia pelaksana Pemira merupakan pengurus OSIM periode sebelumnya yang telah dibekali dengan pemahaman teknis pelaksanaan kegiatan.
Madrasah berharap penghitungan suara dapat dilakukan pada hari yang sama dan diumumkan secara terbuka di hadapan seluruh warga MAN Tapanuli Selatan. Transparansi hasil pemilihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan serta memperkuat nilai keadilan dan kebersamaan.
Melalui Pemira ini, MAN Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang demokratis, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat. (hen)
Pemira menjadi agenda strategis madrasah dalam membentuk perwakilan siswa yang konstitusional, partisipatif, dan bertanggung jawab. Seluruh tahapan kegiatan dirancang menyerupai mekanisme pemilihan umum, mulai dari pendaftaran calon, penetapan nomor urut, masa kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Proses ini dilaksanakan secara terbuka dan edukatif di bawah pengawasan langsung Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan.
Kepala MAN Tapanuli Selatan yang diwakili oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lismaida, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Pemira merupakan bagian penting dari proses pembinaan kesiswaan di madrasah. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memilih pengurus organisasi, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab siswa. “Pemilihan ini menjadi media pembelajaran nyata bagi siswa tentang demokrasi yang sehat. Mereka belajar menyampaikan gagasan, menghargai perbedaan pilihan, serta bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil,” ujar Lismaida.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh warga madrasah, baik guru maupun siswa, menunjukkan komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya demokratis di lingkungan MAN Tapanuli Selatan. “Kami ingin siswa memahami bahwa kepemimpinan lahir dari proses yang jujur dan transparan. Siapa pun yang terpilih nantinya harus siap menjadi pelayan bagi teman-temannya dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.
Lebih jauh, Lismaida menegaskan bahwa pengawasan selama Pemira dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai madrasah. “Kami mengawasi seluruh rangkaian kegiatan agar Pemira ini benar-benar menjadi sarana pendidikan karakter, bukan sekadar kegiatan seremonial. Nilai kejujuran, kedisiplinan, dan sportivitas harus tercermin dalam setiap tahapannya,” tegasnya.
Adapun calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM periode 2026/2027 terdiri atas pasangan nomor urut 1 Yoga Pratama Batubara bersama Salsabila Jauziah Siregar, serta pasangan nomor urut 2 Muktamar Alpiansah Harahap bersama A’lim Kurniawan Siagian. Sementara itu, calon Pradana terdiri dari nomor urut 1 Syahril Harahap dan nomor urut 2 Radyd Albar Ritonga. Untuk calon Pradani, nomor urut 1 Khansa Afifah dan nomor urut 2 Aulia Nurjannah.
Pemungutan suara diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari guru hingga siswa, yang menggunakan hak pilihnya secara langsung, bebas, dan rahasia. Panitia pelaksana Pemira merupakan pengurus OSIM periode sebelumnya yang telah dibekali dengan pemahaman teknis pelaksanaan kegiatan.
Madrasah berharap penghitungan suara dapat dilakukan pada hari yang sama dan diumumkan secara terbuka di hadapan seluruh warga MAN Tapanuli Selatan. Transparansi hasil pemilihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan serta memperkuat nilai keadilan dan kebersamaan.
Melalui Pemira ini, MAN Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang demokratis, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat. (hen)


