
Tapanuli Selatan, (Humas) 17 November 2025. MAN Tapanuli Selatan semakin memantapkan langkah dalam mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026. Asesmen dijadwalkan berlangsung mulai Rabu, 26 November 2025 hingga Sabtu, 6 Desember 2025, dengan sistem empat sesi ujian per hari untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan standar evaluasi madrasah.
Dalam rapat koordinasi persiapan yang diadakan bersama seluruh guru, panitia ujian, serta tenaga kependidikan, pihak madrasah menekankan pentingnya memastikan seluruh perangkat asesmen siap sebelum hari pelaksanaan. Mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat administrasi, hingga pengaturan alur masuk–keluar siswa, semuanya direncanakan secara detail agar tidak terjadi kendala teknis maupun hambatan lainnya saat asesmen berlangsung.
Salah satu kebijakan penting yang kembali diterapkan pada pelaksanaan asesmen semester ini adalah penggunaan kertas soal dan lembar jawaban kertas (LJK). Kebijakan ini dipilih sebagai bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan literasi siswa, baik literasi membaca maupun literasi numerasi. Dengan membaca soal secara langsung di kertas, siswa diharapkan lebih terbiasa memahami teks panjang, mencermati detail, dan mengelola informasi secara mandiri tanpa bergantung pada tampilan digital. Pihak madrasah menilai bahwa penggunaan LJK juga membantu melatih ketelitian, kerapian, serta kecermatan siswa dalam mengisi jawaban. Selain itu, metode ini turut membiasakan peserta didik mengikuti pola evaluasi yang masih banyak digunakan dalam berbagai tes resmi di tingkat nasional.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Suparno, S.Pd., M.Sc., menyampaikan pesan dan motivasi kepada para siswa jelang pelaksanaan asesmen. Ia mengingatkan bahwa masih terdapat sekitar sepuluh hari menjelang hari pertama ujian, sehingga para peserta didik memiliki kesempatan yang cukup untuk mempersiapkan diri. “Masih ada waktu sekitar sepuluh hari. Gunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kembali lihat catatan, pelajari ulang materi, dan pahami konsep-konsep yang masih dirasa sulit,” ujarnya memberikan dorongan kepada siswa. “Dengan kembali menggunakan kertas dan LJK, kita ingin kalian semakin terlatih membaca dengan teliti, memahami teks dengan baik, dan meningkatkan literasi akademik kalian.”
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental mengingat ujian akan berlangsung dalam beberapa sesi setiap hari. Para guru pun dihimbau untuk tetap memberikan bimbingan, melakukan review materi, dan memastikan siswa dapat memahami materi inti sebelum pelaksanaan asesmen.
Madrasah berharap pelaksanaan ASAS nanti dapat berjalan lancar, tertib, dan mampu menjadi alat ukur objektif atas proses pembelajaran selama satu semester. Dengan dukungan semua pihak—guru, siswa, serta panitia—MAN Tapanuli Selatan optimis hasil asesmen tahun ini dapat mencerminkan kualitas pendidikan dan peningkatan literasi yang terus diupayakan di lingkungan madrasah. (hen)
Dalam rapat koordinasi persiapan yang diadakan bersama seluruh guru, panitia ujian, serta tenaga kependidikan, pihak madrasah menekankan pentingnya memastikan seluruh perangkat asesmen siap sebelum hari pelaksanaan. Mulai dari kesiapan ruang ujian, perangkat administrasi, hingga pengaturan alur masuk–keluar siswa, semuanya direncanakan secara detail agar tidak terjadi kendala teknis maupun hambatan lainnya saat asesmen berlangsung.
Salah satu kebijakan penting yang kembali diterapkan pada pelaksanaan asesmen semester ini adalah penggunaan kertas soal dan lembar jawaban kertas (LJK). Kebijakan ini dipilih sebagai bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan literasi siswa, baik literasi membaca maupun literasi numerasi. Dengan membaca soal secara langsung di kertas, siswa diharapkan lebih terbiasa memahami teks panjang, mencermati detail, dan mengelola informasi secara mandiri tanpa bergantung pada tampilan digital. Pihak madrasah menilai bahwa penggunaan LJK juga membantu melatih ketelitian, kerapian, serta kecermatan siswa dalam mengisi jawaban. Selain itu, metode ini turut membiasakan peserta didik mengikuti pola evaluasi yang masih banyak digunakan dalam berbagai tes resmi di tingkat nasional.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Suparno, S.Pd., M.Sc., menyampaikan pesan dan motivasi kepada para siswa jelang pelaksanaan asesmen. Ia mengingatkan bahwa masih terdapat sekitar sepuluh hari menjelang hari pertama ujian, sehingga para peserta didik memiliki kesempatan yang cukup untuk mempersiapkan diri. “Masih ada waktu sekitar sepuluh hari. Gunakan waktu tersebut untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kembali lihat catatan, pelajari ulang materi, dan pahami konsep-konsep yang masih dirasa sulit,” ujarnya memberikan dorongan kepada siswa. “Dengan kembali menggunakan kertas dan LJK, kita ingin kalian semakin terlatih membaca dengan teliti, memahami teks dengan baik, dan meningkatkan literasi akademik kalian.”
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental mengingat ujian akan berlangsung dalam beberapa sesi setiap hari. Para guru pun dihimbau untuk tetap memberikan bimbingan, melakukan review materi, dan memastikan siswa dapat memahami materi inti sebelum pelaksanaan asesmen.
Madrasah berharap pelaksanaan ASAS nanti dapat berjalan lancar, tertib, dan mampu menjadi alat ukur objektif atas proses pembelajaran selama satu semester. Dengan dukungan semua pihak—guru, siswa, serta panitia—MAN Tapanuli Selatan optimis hasil asesmen tahun ini dapat mencerminkan kualitas pendidikan dan peningkatan literasi yang terus diupayakan di lingkungan madrasah. (hen)
